Theodore duduk di kedai sederhana di sore hari, bersama Zilka yang saat ini selalu membicarakan skestsa wajah Mia yang katanya sangat luar biasa indah. Theodore tersenyum, dalam hati ia bertekad suatu hari nanti akan membawa Zilka memasuki gallery seni saat pameran agar wanita itu melihat jenis seni-seni lain yang lebih mengagumkan. Membayangkan Zilka tersenyum, tertawa, dan terpesona kagum akan sesuatu membuat hati Theodore melayang dengan kebahagiaan serupa. Mudah sekali bahagia melihat wanita itu bahagia. "Bukankah sketsa itu benar-benar bagus?" Zilka bertanya untuk yang kelima kalinya sejak ia melangkah pergi dari tempat seniman jalanan berada. "Ya. Bagus. Karena kau memberikan uang tips hampir dua ratus dollar, maka sketsa itu pasti memiliki nilai lebih!" Senyum Theodore tertar

