Zilka menatap Theodore keluar dari ruang kerja. Kedua mata wanita itu tampak merah, jelas kelelahan. Theodore terkejut mendapati Zilka berdiri di ruang kerja dengan posisi tubuh tegang. "Apa ada masalah?" Theodore mempercepat jalannya menuju Zilka yang terlihat tak nyaman. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Zilka menatap Theodore, menunjukkan kecemasan. "Kau mencemaskanku?" Senyum hangat tersungging di bibir lelaki tersebut. Menyenangkan rasanya menyadari ada yang mencemaskan kita saat situasi sulit menghampiri. Theodore telah lama sendiri. Menghadapi apa pun tanpa sandaran dan tanpa teman di sisi. Mendengar ada yang bertanya, "Apakah semuanya baik-baik saja?", rasanya seperti mendapat siaraman air di musim panas. "Aku khawatir terjadi hal-hal buruk yang lebih besar lagi!" Zilka

