Dia mencoba untuk kembali fokus ke layar laptopnya dan kembali bekerja meski pun pikirannya sendiri sangat kacau dan tak bisa dia kendalikan. "Saya juga engga mau keluarga saya hancur gara gara fitnah ini, tapi saya juga mau melindungi Krystal bagaimana pun caranya. Karena saya juga yakin, Krystal hanya salah paham" gerutu Levin dalam hatinya. ******* Suara air yang jatuh dari keran terdengar mengisi keheningan di toilet umum yang berada tepat di ruangannya kantor bandara. Langkah kaki beberapa orang terdengar bolak balik di dalam. Hingga seseorang keluar dari salah satu toilet. "Tadi ada seorang wanita dateng ke ruangannya pak Levin, dia marah marah dan engga terima dia di tuduh korupsi. Dia sepertinya adiknya pak Levin yang menteri itu, siapa namanya?" Dia seorang anggota penyelidik

