Chapter 44

1507 Kata

"Lo diapain aja sih sama si k*****t?! Badan sampai biru-biru gini," tanya Devan ketika dia sedang mengobati luka di punggung Aksa. "Akutuh dianiaya sama dia Kak, padahal  akutuh bukan boneka! Aku juga butuh perhatian!" jawab Aksa dramatis. "Jijik b**o!" Devan tanpa sadar memukul punggung Aksa yang lebam. "Sakit Kak, anjir!" "Eh iya sorry-sorry, Aa gak sengaja." "Gue gak suka lo dekat-dekat sama Vina," ucap Dimas, Dia sibuk menyantap makanan yang tadi dibeli Devan. "Eh anjir makannya di bawah kali, jangan diatas kasur gue! Nanti kalo ada semut gimana?!" pekik Devan kesal. Mereka kini memang sedang berkumpul di kamar Devan. "Selow anjir! Gak usah ngegas." Dimas mengemasi lalu membawa makanannya dari atas kasur Devan. "Gue gak dekat-dekat sama si Vina. buktinya gue di sini, Vina di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN