“Gimana udah enakan?”tanya Syabilla ketika dia membuka perban coklat yang beberapa hari ini melingkar di pergelangan kaki Aksa. Aksa yang duduk selonjoran menggoyang-goyangkan kakinya untuk merasakan sakit atau tidak. “Udah gak terlalu sakit sekarang,”ungkap Aksa. “Sa,”panggil Syabilla. Aksa yang sedang mengelus-elus pergelangan kakinya yang mulus tanpa bulu menoleh, “Kenapa Kak?” “Status kita apa sekarang?”tanya Syabilla tiba-tiba. Entah mahluk halus jenis apa yang merasuki tubuh Syabilla hingga dia berani bertanya seperti itu pada Aksa. Syabilla gadis lugu dan anggun berani menanyakan sebuah status pada seorang pria. Bisakah kita beri tepuk tangan? “Status?”tanya Aksa. Dia berfikir sejenak sebelum akhirnya merogoh dompetnya yang dia simpan di saku kolor. Bagi Aksa dompet adalah be
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


