*** "Kamu?" Pria bertopi didepan Widi mengangguk sambil tersenyum "Iya Bu saya," jawab pria itu. "Rajin banget pagi-pagi udah kesini, lagian saya gak pesen paket." Yups, Pria yang kini berdiri didepannya adalah kurir paket langganan yang selalu mengantarkan paket kerumah. Saking seringnya Widi sampai tahu nama, no ponsel, bahkan alamat kurir tersebut. "Tapi ini ada paket buat Ibu. Pengirimnya Pak Pribawa." Kurir itu memberikan kotak kecil yang dipegangnya, dengan sigap dan semangat Widi mengambil kotak tersebut. "Ini mah dari suami saya tercinta," ucap Widi dengan senyumannya yang berbinar-binar. Dia pikir suaminya lupa hari ulang tahunnya, ternyata ada kejutan dipagi hari. "Saya pamit ya Bu.

