Brugh! Kepalan tangan Nathan langsung ke area wajah Arif. Dia melampiaskan kekesalannya dan amarahnya yang naik ke ubun-ubun. Tatapannya nyalang dan membabi-buta menghajar Arif. "Kata orang hati-hati jangan sering percaya sama orang. Meskipun itu orang paling dekat sekali pun. Kini kau menampakkan taringmu," cetus Nathan sembari menyunggingkan senyum iblis. "Nathan, apa kamu mabuk?!" bentak Arif. Aroma alkohol menguar dari mulut Nathan. Lelaki jangkung itu sengaja mengajak Arif untuk bertemu tepat di depan gerbang rumah Arif. Tak ada rasa takut sama sekali, Nathan dengan santai kembali melayangkan tinju ke arah lelaki berkaus putih polos. Arif dengan cekatan menangkis serangan Nathan. Dia pun tersentak kaget karena mendapatkan serangan tiba-tiba serta makian yang lolos dari mulut Nath

