Memilih Gaun Pengantin

1139 Kata

Kanaya memilih mengabaikan suara Siska yang terus melontarkan tanya. Dia naik ke ranjang lalu merebahkan tubuhnya di samping si kembar. Kedua telinganya ditutupi bantal dengan susah payah. Kanaya berusaha memejamkan mata. Lebih baik menyulam mimpi daripada harus memikirkan sikap Nathan yang menyesakkan dadaa. Di sisi lain. Siska tak dapat tidur memikirkan Kanaya. Dia pun kembali ke dalam kamar dan langsung mengambil ponsel. Jarinya bergerilya di layar ponsel memberi pesan kepada seseorang. Matahari sudah menampakkan diri yang bergulir dari ufuk timur. Awan-awan bergumpal seperti kapas yang beterbangan di langit yang cerah. Pagi ini, Kanaya sudah direpotkan oleh tingkah laku si kembar yang menggemaskan meski sedikit nakal, tetapi hidup Kanaya sudah berwarna dengan adanya Layla dan Layli.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN