Apakah Aku Pantas?

1103 Kata

Ketukan pintu berulang-ulang dan suara Aldo yang seperti toa masjid sehingga membuat kepala pusing tujuh keliling, hawa nafsu makan berkurang, dan badan menggigil. Kanaya pun terpaksa harus membuka pintu kamar itu, dengan gontai malas berjalan lalu dia membuka pintu seraya mencebik. Tampak Aldo menyeringai sambil garuk-garuk ceruk leher. "Mau apa, Do? Kamu harusnya itu istirahat." "Gimana saya bisa tidur kalau jam segini kamu masih nongkrong di pikiran saya?" "Mulai dech ... kalau mau nongkrong mendingan di WC. Bukan di sini!" sanggah Kanaya. "Apakah ini kamu memperlakukan tamu? Tak ada suguhan apapun. Saya mau kopi." "Ish, ooke ... oke, Juragan empang." Kanaya mengayunkan kedua kakinya menuju dapur sembari bibirnya memutar sembilan puluh derajat. Aldo sungguh merepotkannya dan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN