Penyesalan

1334 Kata

  Bastian terusik dalam tidurnya. Ia merasa ada orang lain yang bergerak-gerak di sebelahnya saat ini. Ia terpaksa membuka matanya yang masih berat, namun Bastian langsung terbangun dan terkesiap. Ada Wulan di sebelahnya masih tertidur tanpa sehelai benang pun. Bastian menatap dirinya sendiri yang juga tidak mengenakan pakaian sama sekali. Bastian tertunduk lemas, tangannya memijat keningnya dengan pelan.   “Apa yang kulakukan?” ujar Bastian lirih sambil melihat Wulan yang masih tertidur di sebelahnya. Perlahan ia bangun dari kasurnya dan meninggalkan Wulan sendirian.   Sinar matahari perlahan mengintip lewat sela-sela jendela kamar Bastian. Wulan mengusap pelan matanya dan perlahan membuka kelopak indah itu untuk melihat sekeliling. ‘Ini bukan kamarku,’ batin Wulan menyadari bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN