"Kau sudah bangun?" Tiba-tiba sebuah tangan dengan lembutnya membelai rambut Athela. Gadis itu demam selama sehari, membuat mereka tidak melanjutkan perjalanan. Selama panas, bibir pucat Athela selalu mengucapkan kalimat ayah beberapa kali. Dengan lembut gadis manis itu membuka mata, matanya melihat ke sekeliling. Beberapa orang berada di sana, termasuk Byakko yang sudah memasang wajah suram karena khawatir. Dia bermimpi aneh lagi? Mimpi tentang orang tuanya di masa lalu, mimpi tentang kematian ibunya, mimpi tentang pengkhianatan-penghianatan yang tidak pernah dia mengerti sebelumnya. Setelah bertemu dengan Peri Mimpi, dia selalu bermimpi aneh, dan itu sedikit membuatnya cemas. Gadis itu takut jika otaknya dipenuhi oleh hal-hal aneh itu malah membuat otaknya serasa meledak. Namun, dalam

