Perkataan ibu sontak membuat mata Candra melebar terkejut, bagaimana tidak karena selama ini ibulah satu-satunya orang yang mau menerima Talita sepenuh hati. Tetapi siang ini Candra mendengar langsung dari mulut wanita paruh baya itu. Ucapan yang tidak pernah terlintas di pikiran Candra, bahkan ibu yang selalu menyemangati rumah tangganya kali ini harus dengan bijak mengatakan hal itu, entah apa ini karena paksaan atau dari dirinya sendiri. "Maaf Can, jika hal ini harus ibu katakan," kata Ibu sembari menarik napas panjang. Sedangkan Andre tetap diam di samping sang ibu sembari menyimak kembali kata-kata ibu. Rasa kantuk yang hadir tiba-tiba pergi terbawa oleh rasa terkejut. Candra yang masih bingung harus berkata apa hanya memandang ibu dengan sejuta pertanyaan. Di saat Talit

