Lintang menatap ruangan yang sudah dipenuhi teman-teman seangkatannya. Pandangan gadis itu tanpa sengaja bersitatap dengan Abimanyu – mantan kekasih sekaligus cowok yang tidak ingin ia temui. Namun, entah takdir apa yang membawanya selalu bertamu Abimanyu setiap kali ia ingin menghindarinya. Mengabaikan tatapan sendu milik Abimanyu, netra Lintang auto tertuju pada kursi yang sudah disiapkan untuknya. Kursi khusus bagi pengurus inti OSIS. di sebelahnya ada Soni dan Keisya Ketos dan Wakil ketos SMA Jingga. Keduanya seakan sudah menunggu kehadirannya di kursi panas. Gadis itu tampak tertegun dan menghela nafas berkali-kali. Ada rasa segan untuk masuk, tetapi untuk balik kanan juga tidak mungkin karena posisi dan jabatan pentingnya sebagai sekretaris OSIS mengharuskan dirinya tetap berada

