Reza duduk diantara Pak Deni, Pak Ridwan dan Lintang dengan menunduk tersipu. Ucapan maaf berkali-kali ia ucapkan dihadapan ketiganya, Lintang bahkan mengangkat tubuhnya yang duduk bersimpuh menyerahkan diri pada kekasih Abimanyu itu. “Duduklah yang benar!” titah gadis itu. “Tang, maafin aku!” ucap Reza dengan penuh penyesalan. “Ini pelajaran buat kamu. Jangan lagi meremehkan orang lain. Belum tentu juga kamu lebih baik dari mereka.” Pak Deni memberi wejangan kepada Reza. “Hei,” sapa Abimanyu yang tiba-tiba nimbrung diantara mereka. “Kamu bisa gak sih jauh-jauh dari Lintang!” omel Pak Deni yang sedikit terkejut dengan kedatangan Abimanyu. “Enggak akan dan enggak bisa,” jawab Abimanyu sambil duduk di samping gadisnya, Lintang tertangkap tersenyum lebar. “Kamu juga,” seru Pak Deni me

