36. MENJAGA

2026 Kata

Embun pagi mulai menyelimuti udara bandung saat itu. Mentari mulai membuka mata, ia melihat sekeliling tempat yang sudah berbeda sebelum ia pingsan. Mentari merasa saat terbangun tubuhnya lebih nyaman, tidak mendapat gairah seperti beberapa hari ini, saat masih tangan kakinya yang terikat. Mentari menoleh pada letak sofa yang sudah Arga tertidur. Lalu ia baru sadar Langit tertidur di samping ranjang dengan menduduki kursi. "Langit..." Lirih Mentari dengan suara paraunya sambil menyapu kepala Langit. Langit tersadar karena merasa ada suatu yang menyentuh kepalanya. Ia mendongak menatap Mentari yang sudah sadar. "Mentari... Akhirnya kamu sadar juga. Kamu baik-baik aja kan. Afdo gak kurang ajar sama kamu kan. Enggak ada yang luka kan." Mentari menyimpul senyum, entah kenapa melihat Langit kh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN