10 September 2021 Peráng terus berlangsung, dan aku masih menghadapi sosok wanita bernama Medusa ini. Sepertinya dia memang tidak mudah untuk ditaklukkan, dia memiliki kekuatan besar dari ular-ular yang menggantung di rambutnya. Sesekali aku menatap ke arah tebing, Lebolas dan yang lainnya masih bertahan dari serángan bayangan itu. Aku lekas menyeráng Medusa, srakk—aku berhasil melukai ular-ular itu lagi. Kakiku bergerak dengan cepat, namun aku lengah. Bruk—badanku terlempar jauh, ular-ular itu semakin marah. Bentuk Medusa juga sudah mulai berubah. Dia tidak lagi berwujud manusia, dia sudah berubah menjadi ular sepenuhnya. Prang—aku berhasil menghindar sekali. Namun makhluk itu terus-terusan menyerángku tanpa henti. Aku berusaha untuk bertahan dan menghindar. Apakah aku harus menggunak

