6 September 2021 Aku tersadar ketika merasakan ada sentuhan kecil di ujung kakiku. Mataku tidak sepenuhnya terbuka dan samar-samar aku menatap sosok Edward yang legah begitu melihatku sadar. Ini aneh, tempat yang sedang aku tempati saat ini terasa empuk. Aku meraba sekitar, dan kasur? Aku lekas duduk dengan kaget, masih tidak sadar sepenuhnya. Edward tersenyum sembari ikut duduk di tepi kasurku. “Akhirnya kau sadar, aku sudah melakukan berbagai macam cara untuk menyadarkanmu!” Dia Edward, aku tidak sedang berhalusinasi. Kamar yang sedang aku tempati saat ini, memang adalah kamar tidurku. Kenapa bisa jadi begini? Tunggu dulu, terakhir, hal yang aku ingat adalah aku dibawa pergi oleh para penyihir hitam itu. Namun di tengah perjalanan menuju pegunungan utara—tempat bersalju itu—badai be

