“A—ayah?” seruku gugup, lidahku bahkan kelu untuk memanggil sosok lelaki itu dengan sebutan ayah. Dan melihat anggukan dari lelaki itu, membuatku semakin tidak yakin. “Maaf nak, maafkan ayah, maaf….” Begitu aku berada di dalam dekapan sosok itu, aku tak lagi bisa menahan air mataku. Tubuh tegak itu aku peluk dengan sekuat mungkin, tidak ingin melepaskannya barang sedikitpun. Rasanya begitu berbeda, aku sesenggukan, dan usapan lembut di punggungku membuatku sadar bahwa aku sudah terlalu lama menangis di dalam dekapan sosok itu. Jika ternyata ayah masih hidup, lalu dimana mama? “Maafkan kami yang terlalu lama menemukan putri Anda, My Lord!” seru Tn.Andromeda memberikan hormat Aku menatap Andromeda, dia tersenyum padaku. “Tidak masalah, terima kasih sudah membawa putriku dengan selamat sa

