17 Agustus 2021 Cahaya biru keluar dari tangan Lord Jaballah, para tetua yang berdiri mengelilingi Travold juga ikut memeriksa keadaan Travold. Aku dan yang lainnya berdiri beberapa meter dari mereka, merasakan ketegangan yang terjadi di ruangan ini. Edward menatapku, dia berusaha untuk memberikan ketenangan padaku. Jaafar sesekali menatapku, dia tetap sama, wajah tenang dan senyum yang mudah di dapat darinya. "Tidak usah khawatir, Kirey. Mereka pasti akan memberikan yang terbaik untuk Travold. Jika kalian ingin berkeliling, aku akan menemani kalian atau jika kalian lapar. Aku bisa menemani kalian, makanan di sini tidak kalah lebih enak dibandingkan dengan di darat!" tawar Jaafar, memecah keheningan yang sejak tadi memenuhi ruangan. Aku menggeleng, lebih tepatnya tidak punya nafsu untu

