06 Agustus 2021
Aku berusaha untuk tetap diam dan tidak bergerak, lalat di atas kami terbang menjauh meskipun beberapa saat tadi mereka tetap terbang di atas kami. Seolah tahu bahwa kami ada di sekitar mereka. Begitu melihat mereka pergi, aku langsung mengambil nafas legah dan keluar dari tempat persembunyian. Tidak berbeda jauh dariku, Harry juga sama legahnya dan keluar dari tempat persembunyian.
“Apa menurutmu mereka sudah pergi?” seru Harry
“Aku tidak tahu, mereka bisa saja masih berada di sekitar sini. Kita harus segera pergi dari tempat ini dan mencari tempat untuk berteduh. Kita harus menjauh dari mereka secepat mungkin!” seru Logan, dia sudah naik ke atas jaguarnya lebih dulu.
Aku membantu igunaku keluar dari tempat persembunyian, tapi begitu kami semua sudah berada di atas hewan tunggangan masing-masing. Aku kembali mendengar bunyi bising itu, aku segera menatap ke belakang, mataku membulat. Ini tidak baik, aku menatap Travold.
“Cepat, kita harus pergi!” serunya
Melihat ke belakang, aku semakin panik. Lalat besar itu semakin mengejar kami, beberapa dari mereka membentuk gerombolan dan menyeráng dengan brutál. Sesekali aku harus menunduk agar tidak terkena mereka. Ini tidak baik, kecepatan kami jelas kalah jika dibandingkan dengan mereka. Aku menatap Harry, dia sudah terjatuh dari atas jaguarnya dan berguling-guling di pasir. Lalat itu terus mengerumuni Harry, ini tidak baik, Harry bisa mati jika begini.
“Travold, kita harus berhenti dan membantu Harry. Dia butuh bantuan kita, cepat Trav. Berhenti!” teriakku panik ketika melihat Harry yang terus berteriak minta pertolongan. Edward lebih dulu berbalik dan berlari ke arah Harry. Namun tidak berbeda jauh, lalat itu juga mengerumuninya. Jaguar Harry sudah terjatuh tidak sadarkan diri.
Aku menatap lalat itu yang terbang menuju ke arahku, aku gugup, tapi aku lebih dulu merasakan badanku terlempar ke depan. Aku berusaha untuk bangkit, dan menatap Travold yang menjadi sasaran lalat itu. Dia bisa berpindah dengan mudah karena kemampuannya. Edward juga bisa berputar cepat untuk menghindari mereka. Logan dan Harry terlihat kesulitan, kemampuan mereka tidak akan berguna di saat seperti ini.
Saat aku hendak menyelamatkan Harry, aku langsung sadar bahwa aku juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu mereka berdua. Aku sendiri gugup dan tidak tahu harus pergi kemana, aku semakin gugup ketika melihat lalat yang tadi mengejar Travold mulai kesal dan berhenti. Mereka balik menatapku dengan mata bulat menyeramkan mereka, seketika kaki spontan berlari menjauh. Berusaha untuk menyelamatkan diri sendiri. Iguanaku berlari ke arahku, melindungiku dari lalat itu.
Aku harus memikirkan caranya, Edward berlari menuju ke arahku. “Kirey, apa kau tidak bisa berbicara dengan mereka?” seru Edward sembari terus membuat gerakan berputar, untuk menghalau para lalat itu
Aku menggeleng, “Tidak bisa, mereka terlihat marah ketika kita memasuki wilayah ini Ed. Aku tidak tahu bagaimana berbicara dengan mereka jika mereka tidak tenang. Aku juga panik dan tidak bisa melakukannya!”
Aku terus berpikir, namun aku melihat sebuah cahaya yang begitu menyilaukan. Aku bahkan sampai menutup mataku sakin silaunya. Aku menatap Travold, tangannya diselimuti oleh cahaya yang lama-kelamaan berubah menjadi merah. Mata Travold berubah menjadi merah, bercampur hijau dan biru. Sekitar Travold terasa panas, tatapan Travold tertuju pada lalat besar itu. Cahaya itu sudah menghilang, lalat tadi terlihat marah, lebih marah daripada sebelumnya. Semuanya kembali bersatu dan mengejar Travold, dia terus menghilang dan semakin menjauh. Melihat ada kesempatan, aku langsung berlari ke arah Harry, membantunya untuk berdiri. Wajahnya sudah memerah karena gigitan lalat itu, keadaan Logan tidak berbeda jauh dari Harry.
Dari depan, kami kembali melihat cahaya itu. Udara terasa semakin panas, beberapa hewan yang tadi bersembunyi di tanah langsung muncul ke permukaan dan bergerak menjauh. Aku menatap ke depan, aroma gosong tercium sampai ke sini. Aku menatap Edward yang begitu terkejut melihat perubahan Travold.
Kami semua masih diam, iguanaku mendekat padaku dan mengendus bahuku. Menarik bajuku, dan menunjuk ke arah depan. Aku lekas naik ke atasnya, dan berlari ke depan. Aku masih belum menemukan keberadaan Travold, namun iguanaku berkata dia bisa merasakan keberadaan Travold. Kami terus berlari, dan setelah beberapa kilometer ke depan, aku melihat tubuh Travold yang terkapar di gurun pasir. Aku langsung turun dan berlari ke arah Travold, dia tidak sadarkan diri.
“Travold, tidak, Travold, aku mohon bangunlah!” isakku sambil menepuk wajah Travold yang terasa panas. Tidak hanya wajahnya, bahkan pakaian yang diberikan oleh klan vampire pun terbakar, mengekspors kulit tangan Travold.
Edward tiba, dia membantuku untuk menaikkan tubuh Travold ke atas iguanaku. Kami harus mencari tempat untuk berteduh. Kami kembali berlari menyusuri gurun, jaguar yang ditunggangi oleh Harry dan Logan tertinggal sangat jauh di belakang. Mereka terluka dan butuh pertolongan, tapi keadaan Travold jauh lebih mengkhawatirkan. Aku bahkan terkejut menatap tubuh lalat besar itu yang tergeletak dengan badan yang gosong di gurun. Sejujurnya, aku tidak tahu apa yang terjadi, karena Travold sebelumnya tidak pernah bilang bahwa dia memiliki kekuatan cahaya atau api. Dia hanya pernah menunjukkan warna matanya.
Aku terus memacu iguana melewati padang gurun, aku tidak menemukan keberadaan Harry, Logan dan juga Edward. Mereka tertinggal begitu jauh di belakang. Aku ingin berhenti, tapi Travold juga membutuhkan pertolongan utama. Hingga ketika aku melihat ke depan, sama-sekali tidak ada ujung gurun yang aku temukan. Hanya ada hamparan padang pasir yang membentang sejauh mata memandang. Aku menatap Travold, dia masih tidak sadarkan diri. Aku menatap ke belakang, mereka juga masih belum tiba.
“Apa yang harus aku lakukan? Ada apa ini? Aku sama-sekali tidak menemukan ujung gurun ini!” seruku frustasi.
Aku hendak turun, tapi iguanaku terus bersikeras untuk melanjutkan perjalanan. Aku awalnya ragu, tapi aku setuju dan memutuskan untuk terus membawa Travold entah kemana. Iguanaku bilang bahwa ujung dari gurun ini tidak jauh lagi. Sesekali aku menatap ke belakang sembari menahan tubuh Travold, Edward mulai terlihat. Dia membawa Harry bersamanya, sementara jaguar yang ditunggangi oleh Harry terlihat tertinggal di belakang. Logan masih bisa bertahan, tapi aku bisa melihat tubuhnya yang sesekali terombang-ambing. Dia terkena racun dari lalat itu.
5 jam terus berlari dengan harapan yang kosong, akhirnya aku melihat daun hijau di depan sana. Semakin mendekat, aku bisa melihat bahwa ada pepohonan di sana. Aku meneteskan air mata, badanku juga semakin melemah. Wajahku terasa gatal, dan aku baru sadar bahwa lalat itu juga berhasil meracuniku.
Tapi aku tidak ingin menyerah, Travold menyerahkan dirinya demi kami. Seharusnya aku juga harus bisa bertahan. Begitu iguanaku sampai di daerah pepohonan, aku langsung turun lalu menurunkan Travold dengan paksa. Aku bahkan tidak lagi bisa menahan berat tubuh Travold, membuatnya terjatuh ke tanah. Aku menatap iguanaku, dia menarikku menuju ke arah samping, entah itu apa. Tapi aku ikut dengannya, aku hanya percaya padanya.
Begitu sampai, aku menemukan sumber air, benar, iguanaku benar. Kami harus mengembalikan keadaan kami dulu. Aku menatap ke depan, lalu menatap kantung yang aku bawa dari klan vampire. Aku lekas menuju sumber air itu dan mengambil air sebanyak yang bisa aku bawa. Kantung itu penuh, aku dan iguanaku kembali berlari ke tempat Travold.
Edward juga terlihat lemah, tapi dia juga ikut membawa beberapa kantung air dengan jaguarnya. Aku menatap Travold, membuka bajunya yang sudah robek dan menjatuhkan air itu pada badan Travold. Edward melakukan hal yang sama pada Harry, sementara Logan sudah pergi ke sumber air dan berubah menjadi Siren. Tubuh mereka bisa bereaksi lebih cepat jika dalam wujud asal mereka.
Aku menatap Travold, matanya sedikit bergerak. Lalu tidak lama, dia membuka matanya. Tatapan Travold terlihat kebingungan, warna matanya juga masih merah, bercampur biru dan hijau. Aku segera membantunya untuk bangkit dan duduk, memberinya air minum. Travold hanya diam saja dan minum dengan diam. Hingga beberapa lama, dia baru sadar apa yang terjadi. Aku yakin, dia juga pasti terkena efek dehidrasi juga. Aku menghela nafas lega, ketika Travold sudah kembali seperti semula.
Aku menatap Harry, dia juga sudah sadar dan terlihat masih kebingungan. Wajahnya penuh dengan bintik, aku rasa wajahku juga sama.
“Apa kalian baik-baik saja, Trav, Harry?” seruku menatap Travol dan Harry bergantian
“Apa yang terjadi?” seru Harry
Aku menghela nafas, dia pasti akan sadar sebentar lagi. Sepertinya efek dehidrasi di sepanjang perjalanan masih berefek padanya. Travold diam, sembari menatap tangannya yang tidak mengenakan apa-apa. Dia hanya mengenakan celana dan juga baju yang sudah robek sana sini. Travold terlihat kacau dan juga terkejut.
“Ahhh—Travold, bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?” seru Harry beberapa menit kemudian
“Aku baik-baik saja!” seru Travold
“Kau—!” seru Harry sembari menunjuk Travold dengan kagum, “Ahhh, kau begitu hebat Trav. Kau bisa mengeluarkan cahaya? Astaga, baru kali ini aku melihat kemampuan itu, apa ini beradal dari klan matahari atau klan bulan? Aku benar-benar mengagumimu saat ini!”
“Lepaskan dia Harry, jangan membuat keadaan semakin berantakan!” seru Edward yang juga tampak lebih baikan.
“Benar, dimana Logan? Aku tidak melihatnya!” seru Harry
“Dia berada di sumber air—ahh, itu Logan. Dia sudah kembali!” ujarku begitu melihat Logan yang datang dengan jaguarnya. Tubuh Logan terlihat lebih baik daripada Tadi.
Aku bersandar di batang pohon, mengatur nafas yang masih memburu. Tidak terasa, matahari juga sudah mau kembali ke peraduannya. Aku menatap Edward dan Logan yang mengumpulkan beberapa ranting dan menyalakan api. Sejak tadi Travold masih diam saja dan mengamati tangannya. Kami makan daging dengan diam, hingga malam benar-benar sudah datang sempurna dan kami masih diam dengan pemikiran masing-masing.
Harry terlihat ingin sekali bertanya, “Trav, apa yang terjadi tadi. Kenapa kau bisa mengeluarkan cahaya begitu? Apa kau menyembunyikan sesuatu dari kami?” serunya, tidak tahan dengan rasa keponya.
Travold masih diam hingga beberapa menit, lalu dia mulai mengambil nafas “Aku juga tidak tahu apa yang terjadi tadi. Aku hanya merasa marah sekali, panas gurun semakin membuatku marah. Aku ingin membakar semua lalat tadi, dan tiba-tiba saja cahaya keluar dari tanganku. Sebenarnya itu bukan cahaya, tapi seperti api. Itu panas sekali, sampai sanggup untuk membakar baju pemberian klan vampire. Aku juga syok dengan hal ini!”
Kami kembali terdiam, penjelasan Travold sedikit masuk akal meskipun masih ada keraguan di sana. Aku menatap Logan dan juga Harry, mereka terlihat sama syoknya. Jaguar itu mendekat ke arah Edward dan meletakkan kepalanya di atas paha Edward. Mereka terlihat masih lemah. Berbeda dengan iguanaku, lalat itu tidak mampu menembus kulit keras iguanaku. Jadi dia baik-baik saja.
“Coba sentuh mereka Kirey, aku yakin mereka membutuhkan sentuhanmu saat ini!” ujar Travold
Aku menatap Travold dengan ragu, namun melihat jaguarku mendekat, aku lekas menyentuh nya dan menyatukan kening kami. Cahaya itu kembali ada, jaguarku terlihat lebih berenergi daripada sebelumnya. Melihat jaguarku yang lebih baik, dua jaguar tadi mendekat padaku. Mereka menunduk lebih dulu, lalu meminta sentuhanku. Aku menatap mereka, tanganku kembali mengelus kepala mereka. Hal yang sama terjadi pada mereka, keadaan mereka kembali pulih. Mereka kembali pada Edward setelah merasa lebih baik, dan memberikan hormat padaku. Jaguarku tetap berada di sebelahku.
Ketika hendak berbalik, aku terkejut ketika Harry tiba-tiba memelukku. Aku menatapnya dengan kening berkerut, “apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!”
“Aku juga ingin sembuh Kirey, badanku masih terasa lemas. Lihatlah, pipiku masih berbinting karena ulah lalat sialan itu. Jadi, cepat sembuhkan aku juga!”
Ini konyol, aku menendang Harry hingga lelaki itu terjatuh. Bisa-bisanya dia berpikiran bahwa aku ini bisa menyembuhkan mereka?
“Kirey tidak bisa melakukan itu pada manusia, Harry. Jika aku amati, ada sesuatu yang spesial di dalam tubuh Kirey jika berhadapan dengan alam. Jaguar itu dan juga iguana itu adalah bagian dari alam, jadi mereka sah saja jika sembuh. Tapi jika denganmu, aku tidak terlalu yakin. Tubuh kirey bisa melemas jika kau meminta dia menyembuhkanmu!” seru Logan lebih dulu, mewakiliku.
“Tapi Kirey bisa melakukannya pada Travold, kemarin saja tubuh Travold yang hampir tumbang bisa di sembuhkan oleh Kirey!” kesal Harry
“Itu berbeda!” jelas Edward
Aku menatap Edward, apa dia tahu apa yang terjadi antara aku dan Travold? Tidak hanya aku, Travold juga terlihat terkejut dengan pernyataan Edward barusan.
“Apa maksudnya, itu berbeda? Apa kau tahu sesuatu mengenai mereka Ed?” tanya Harry, dia terus mendesak Edward untuk berbicara
Kami saling menatap, Edward lalu berdiri dan menambah kayu bakar. Harry masih terus mendesak Edward, membuat kesabaran Ed sepertinya mulai menipis.
“Jika tanpa bantuan Travold, mungkin Kirey sudah tidak bernyawa lagi. Aku tidak tahu persisnya hal apa yang diberikan oleh Travold pada adikku Kirey, tapi aku mendengar Zura berkata demikian. Aku tidak tahu selemah apa Kirey saat itu, tapi Travold sudah berkali-kali menyelamatkan nyawa Kirey. Jadi, aku sungguh berhutang budi padamu Travold. Terima kasih sudah berbuat sampai sejauh ini pada Kirey!”
“S—sesuatu yang berharga?” ulang Harry
“Itu tidak apa-apa, dan aku tidak ingin hal ini dibahas dulu! Aku juga harus berterima kasih pada Kirey, jika saja dia menyerah untuk mencari ujung dari padang gurun ini. Kemungkinan aku akan pinsan dalam waktu yang lama. Hewan itu sangat berbahaya, dan jika tidak segera di tangani, maka bisa menyebabkan kematián.” seru Travold
Semuanya kembali diam, kami lagi-lagi hampir kehilangan nyawa jika Travold tidak bergerak cepat. Aku masih penasaran dengan cahaya itu, ingin tahu itu cahaya apa. Tapi setidaknya kami berhasil dari para serangan lalat itu. Mereka adalah jenis predátor paling berbahaya yang pernah hidup di gurun. Tidak semua gurun di huni oleh hewan satu itu, tapi sepertinya mereka memiliki hal yang tidak ingin disentuh oleh makhluk lain di sekitar sini, sehingga mereka terus menyeráng tanpa peduli apapun.