POV Keysha "Andhika, kau jahat sekali. Kenapa kau pergi begitu cepat. Kenapa?" ratapku. "Andhika, bahkan tadi siang kamu sudah berjanji akan membawaku pergi, akan membahagiakanku. Katanya kamu sangat sayang padaku, tapi kenapa? Kenapa kamu pergi ninggalin aku? Kenapa?" desisku dengan lirih. Nada suaraku rasanya sudah serak karena terlalu banyak menangis. "Andhika, bangunlah ... Andhika bangun ...! Aku janji akan langsung terima tawaranmu, aku akan menikah denganmu, Andhika bangun ...! Huhuhu ..." Aku menangis sambil memeluk batu nisan Andhika. Tubuhku gemetaran, dadaku bergemuruh hebat. Sakiiit sekali rasanya kehilangan. Lebih sakit lagi merindukan seseorang yang telah tiada. Aku benar-benar menyesal, telah mengkhianatimu, maafkan aku, Andhika. Entah sudah berapa lama aku berjibaku

