CHAPTER 13 Ibu Brendon mengelus puncak kepala Indira yang telah terbaring di kasur, wanita itu menarik selimut hingga setinggi dadanya dan terus mengelus sampai gadis muda itu keenakan. Perlahan namun pasti, matanya mulai meredup tanda siap memasuki alam mimpi. "Makasih, Mah," ujar Indira, sebelum akhirnya ia benar-benar menutup mata. Napasnya tenang dalam tidurnya, sebuah kecupan di kening diberikan wanita itu sebagai ungkapan ia akan meninggalkannya. "Selamat tidur, Sayang." Dimatikannya lampu tidur sebelum akhirnya berjalan keluar. Ia melangkah hingga menuju ruang tengah di mana ia lihat dua pria duduk berseberangan dengan wajah yang semrawut akan banyak emosi. "Brendon tak ketemu?" tanyanya, sang suam

