CHAPTER 17 "Iya," jawab Indira sekenanya. Terlebih, menikah karena alasan hamil duluan. Wajah gadis itu memurung seketika, benar-benar itikad yang memalukan lahir dan batin. Ia baru SMA, bahkan belum mengecap kelulusan, dan bahkan masih jauh dari kata cocok untuk menikah. Lalu lagi … Ia bahkan tidak 'mengenal' suaminya sendiri. "Sejujurnya ini malu-maluin, lo pikir begitu 'kan?" Ya, dan Indira baru saja memikirkannya tadi. Tetapi gadis itu tetap bergeming. "Salah satu inti dari pernikahan itu, sih, sebenarnya kebahagiaan. Tapi gue rasa kita sama sekali gak dapetinnya. Andai bokap lo gak maksa gue, atau kalau lo milih jalan keluar lain yang sebenernya bisa jadi alternatif biar gak memaluka

