Chapter 21 - 22

1189 Kata

CHAPTER 21                 Menghela napas, Indira angkat suara.                 "Entar aku mandi dulu."                 "Mandiin aku juga, sekalian!"                 Mata Indira melingkar sempurna, semakin ke sini kenapa permintaan Brendon semakin aneh. Ia menatap pemuda itu tak percaya yang hanya menyunggingkan senyum menyebalkannya.                 Walau kemudian, terbayang-bayang senyum manisnya di mimpinya.                 Kedua pipi Indira memerah seketika.                 "Kamu apa-apaan!" Indira mencicit, diambilnya handuk dan masuk ke kamar mandi. Bisa ia dengar tawa Brendon menggelegar dari luar bilik.                 Dilihatnya dirinya sejenak di depan cermin.                 Lehernya, merah-merah.                 Kemudian ia buka pakaiannya. Dan nyatanya tak hanya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN