TJOL 43 Darren dengan cepat memalingkan wajahnya saat melihat ke ranjang samping tempatnya berbaring, lalu mengaduh lirih saat kembali merasakan nyeri di kepalanya. Ia lupa jika jahitannya belum kering dan masih sering terasa sakit jika ia bergerak tiba-tiba. Darren mendengus sebal, sempat-sempatnya kedua orangtuanya bermesraan di rumah sakit. Tidur berpelukan di atas ranjang yang sama, Darren saja malu ketika tak sengaja melihatnya. Ia terbangun saat merasakan kerongkongannya terasa begitu kering, ingin minum. Namun, yang ia lihat justru Denis dan Syla tengah tidur berduaan. Andai saja ia bisa bangun sendiri dari ranjang, tentu saja Darren tidak akan merepotkan Syla ataupun Denis hanya untuk sekedar mengambilkannya minum. Darren rindu bisa banyak beraktivitas. "Bunda," lirih Darren yang

