TJOL 41 Mata Darren kembali terbuka, ia tertidur hanya untuk meredam rasa sakitnya saja. Sebentar-sebentar ia akan membuka matanya, lelah juga rasanya jika sepanjang hari hanya ia habiskan untuk tidur. "Bunda," lirih Darren, ia melihat Syla tengah berbicara dengan seorang gadis. Samar Darren bisa melihat wajah gadis itu, Tiara. "Iya, Sayang. Sebentar ya, Tiara," ucap Syla lembut, ia mendekati ranjang Darren. "Minum." Syla meraih botol air mineral di sisi ranjang Darren, ia sodorkan botol itu ke arah mulut Darren. Darren belum bisa banyak bergerak, untuk menggeser tubuhnya saja rasanya nyeri tak karuan. "Sayang, dia sudah ada di sini," ucap Syla, ia meletakkan kembali botol air itu ke tempatnya. Lalu, meminta Tiara untuk mendekat ke arah Darren. Seulas senyuman manis itu terpampang

