Aku menarik tangan Om Dirga dengan semangat menuju kedai gelato yang sedang viral. Tempatnya lucu—bernuansa vintage Italia dengan dinding berwarna pastel dan tanaman merambat di sekeliling bangunan. "Kata ‘traveloka, gelato di sini enak banget!" seruku antusias. "Aku mau coba yang rasa pistachio sama sea salt caramel." Om Dirga tersenyum melihat antusiasmeku. "Baiklah, baiklah. Apa pun untuk istriku." Tapi begitu sampai di depan kedai, senyumku langsung memudar. "Astaga," gumamku melihat antrian yang mengular panjang. "Ramainya!" Seorang staff menghampiri kami. "Maaf, Kak. Untuk mendapatkan tempat duduk, estimasi waktu tunggunya sekitar satu jam." "SATU JAM?!" Aku melotot. "Iya, Kak. Hari ini memang lagi ramai banget. Kakak bisa tulis nama di waiting list dulu." Aku menoleh ke Om D

