Fake Wedding 2 Part 1 AWAL BARU

1710 Kata
  Author Pov. Kezia tidak menyangka jika dia bangun dalam pelukan Xander, dia mengira jika tadi hanya mimpi, namun melihat Xander berbaring di sampingnya saat ini dia yakin ini bukan mimpi, Kezia memandangi suaminya yang sebulan ini pergi meninggalkannya entah kemana, rasa rindunya pada Xander makin hari makin menggebu gebu dia hampir gila karena Xander. Xander yang merasa di pandangi membuka matanya perlahan matanya langsung menatap wajah ayu istrinya yang baru bangun tidur,, entah berapa jam mereka berdua tidur karena keadaan gelap mungkin sudah malam, hanya lampu kecil di pojokan ruangan yang menyala secara otomatis, namun itu sudah membuat Xander mampu melihat wajah ayu istrinya itu. “Key, kamu sudah bangun?,” Tanya Xander ketika melihat Kezia yang melihatnya, mereka saling menatap seolah olah mengirim rasa rindu yang menggebu gebu lewat lewat tatapan mata. “Kamu kenapa kembali kesini?,” Tanya Kezia pada Xander, padahal dalam hatinya senang Xander ada dihadapannya sedang menatapnya. “Sebenarnya aku juga enggak mau pulang, tapi aku merindukan istri dan little Xander, jadi aku pulang.” Jawab Xander, Xander menarik tubuh Kezia dalam pelukannya, sudah lama sekali dia tidak memeluk Kezia. “Love u, Key…” Xander mengecup bibir Kezia beberapa kali sambil tangannya mengusap perut Kezia, Kezia jangan di tanya, dia hanya diam saja, kaget pasti. Xander yang dulu jarang banget manis padanya, ini main nyosor padanya. “Xander kamu enggak sakitkan?,” Tanya Kezia padanya, bahkan Kezia sampai memegang kening Xander, membuat Xander langsung menggenggam tangan Kezia yang masih berada di keningnya. “Siapa yang sakit, aku baik baik aja, maafkan aku jika dulu aku kasar padamu, jika aku sering mengabaikanku, aku minta maaf, aku akan berubah menjadi suami yang selalu menemanimu, aku janji.” Xander memegang tangan Kezia, lalu mengecupnya, membuat Kezia mau tidak mau salah tingkah dalam pelukan Xander. “Xander…. Aku pengen makan mangga muda, boleh ya?,” Xander niatnya mau mesra mesraan dengan Kezia namun sayang Kezia minta buah mangga, baby boy kau mengganggu Daddy mu nak. “Aku akan minta pengawal untuk mencari buah itu, sekarang kita makan malam ya..” Xander bangkit dari berbaringnya, melihat jam sudah jam delapan malam, pantas saja perutnya keroncongan, ternyata sudah waktunya makan malam. “Aku enggak mau, harus kamu yang nyariin buah mangganya, harus di pasar, enggak boleh di supermarket atau di swalayan.” Xander mengangguk lalu melangkah kekamar mandi, dia butuh cuci muka dan ganti baju. “Mau kemana?, pintunya disana.,” Tunjuk Kezia pada pintu kamar ini. “Aku mandi dulu Key, dari pagi aku belum mandi,” Xander masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Kezia yang masih berbaring di tempat tidur. *** Xander bersama Ryan pergi ke pasar buah, Xander sangsi jika jam sembilan malam seperti ini ada penjual buah yang masih buka. “Ryan, apa masih jauh?.” Tanya Xander, mereka sudah mengendarai mobil selama tiga puluh menit namun mereka belum sampai di pasar buah, sebenarnya dimana sih pasarnya kenapa jauh gini. “Sebentar lagi Tuan,” Jawab Ryan, dia fokus mengemudikan mobilnya. Sementara Xander sibuk dengan ponselnya, hanya untuk menghilangkan rasa bosannya apa lagi dia belum makan malam, untung sayang sama Kezia kalau enggak Xander lebih memilih tidur di rumah dari pada malam malam begini ke pasar. Xander dan Ryan sampai di pasar buah, benar apa kata Ryan, pasar buah disini masih buka, banyak sekali buah buahan segar. *** Xander langsung membeli buah mangga muda, buah naga, apel, pisang, pear, anggur, bahkan dia membeli durian, padahal dia belum pernah makan buah durian, mungkin dia aakan mencobanya nanti. Setelah membeli buah buahan itu, Xander dan Ryan segera pulang. Namun di perjalanan pulang Xander melihat penjual sate kambing yang masih buka, entah mengapa dia ingin sekali makan sate kambing. “Ryan, putar balik, aku pengen makan sate kambing.” Ryan hanya mengangguk lalu mencari tempat untuk memutar mobilnya karena terhadang pembatas jalan. Xander memesan dua sate kambing, dan nasi untuknya dan Ryan, tidak mungkin jika dia makan namun Ryan hanya menunggunya di dalam mobil, Xander bukan orang seperti itu, dia cukup royal dengan para bawahannya. Xander makan dengan lahap, entah kenapa satenya enak sekali, atau mungkin juga dirinya sedang kelaparan di tengah maalam seperti ini. Setelah kenyang makan sate kambing mereka segera melanjutkan perjalanan pulang. Sesampainya di rumah Xander segera menuju kamarnya dengan Kezia di lantai tiga. “Key, hey bangun, nih mangga mudanya,” Kezia hanya melihat sekilas lalu melanjutkan tidurnya. Xander hanya geleng geleng, mungkin Kezia sudah ngantuk, Xander membiarkan Kezia melanjutkan tidurnya, mungkin Kezia memang sudah mengantuk. Xander mengganti bajunya dengan piyama, lalu ikut berbaring di bekalang Kezia, memeluk Kezia dari belakang. *** Kezia bangun di pagi hari, namun dia tidak melihat keberadaannya Xander, Kezia segera turun dari tempat tidurnya, mencari ke toilet namun tidak ada, walk in closet juga tidak ada, semua ruang di lantai tiga juga tidak ada. Kezia segera turun ke lantai satu, mencari Xander, takut takut Xander pergi darinya, atau selamam itu hanya mimpi?. “Agita, dimana Xander,?.” Tanya Kezia ketika dia berpapasan dengan Agita di ruang keluarga. “Saya tidak melihat Tuan Xander sama sekali Nona,” Jawaban Agita membuat Kezia takut, tidak mungkinkan Xander meninggalkannya lagi, Kezia mencari Xander ke seluruh ruang di lantai satu, taman kolam renang, namun dia tidak menemukan keberadaan Xander sama sekali. Kezia ingin menangis, apa mungkin semalam hanya ilusi, namun itu tidak mungkin, Xander semalam benar benar ada. Kezia menangis di kursi santai pinggir kolam renang. Xander yang baru keluar dari ruang gym kaget melihat Kezia sudah duduk di kursi santai, namun ada yang aneh, istrinya itu terisak, Xander segera menghampiri Kezia. “Heyyy,, ada apa Key?,” Tanya Xander pada Kezia, Xander berjongkok di hadapan Kezia, Xander takut jika Kezia terluka atau sakit perut lagi, Daddynya memang sering memberi kabar jika Kezia sering sakit perut dan mual di pagi hari. “Xander….” Kezia langsung memeluk Xander, menangis dalam pelukan Xander, Xander yang tidak tau apa apa hanya diam dan membiarkan Kezia menangis dalam pelukannya. Setelah Kezia berhenti menangis, Xander baru melepas pelukannya, menghapus sisa air mata Kezia. “Kenapa kok menangis?.” Tanya Xander pada Kezia, kini Xander sudah duduk disamping Kezia, membawa Kezia dalam dekapannya, agara Kezia tenang. “Aku kira kamu pergi, aku cari kamu, tapi kamu enggak ada.” Jawab Kezia, air matanya sesekali masih menetes, membuat Xander menghapus air mata Kezia sambil mengecup puncak kepala Kezia, menengkan Kezia, Xander cukup belajar jika ibu hamil apa lagi hamil muda itu cukup sensitive. “Aku minta maaf ya, tadi aku dari tempat gym, sekarang kita ke atas ya, mandi terus sarapan.” Kezia mengangguk, lalu berjalan, namun dia menghentikan langkahnya. “Aku capek, gendong.” Xander dengan senang hati menggendong Kezia, beruntung Xander sering olahraga dan ngegym, jadi tubuhnya cukup mampu menggendong Kezia, karena berat badan Kezia naik beberapa kilo, setelah dia hamil. Sesampainya di kamar, Xander menurunkan Kezia di sofa, Xander segera duduk disamping Kezia. “Aku mandi dulu ya, badan aku keringetan, habis ngegym.” Kezia mengangguk, dia langsung menyalakan televisi sambil menunggu Xander mandi, tidak lupa dia mengambil cookies di toples yang tersedia di meja depan sofa, kebiasaan Kezia sekarang tambah, yakni tukang ngemil, apa aja di cemilin asal itu makanan yang enak. Setelah Kezia dan Xander selesai mandi, mereka segera turun ke lantai satu untuk sarapan, perut Kezia sudah keroncongan minta disini padahal dia sudah makan cookies cukup banyak. Xander hanya geleng geleng melihat Kezia yang gemar nyemil. Pelayan sudah menyiapkan sarapan untuk Xander dan Kezia, juga s**u ibu hamil untuk Kezia. “Dimana Elmira?,” Tanya Xander, karena dia tidak melihat Elmira dari kemarin, tidak mungkin adiknya itu juga pergi dari rumah ini setelah dia pergi ke New York satu bulan?. “Dia di mansion Daddy, Elmira kan sekarang anak kesayangan mereka.” Jawab Kezia, di sela sela dia mengunyah makanannya. “Kamu iri sama Elmira?,” Tanya Xander, “Enggak, kan aku udah punya kamu, lagian dari kecil Elmira kan cuma sama ibunya, jadi sekarang Elmira bisa merasakan gimana punya orang tua utuh.” Jawab Kezia, dia tidak iri, namun dia senang, curahan kasih sayang dari Mommy dan Daddynya, untuk dirinya cukup, dan sekarang dia sudah menikah dengan Xander, sekarang dia tidak perlu untuk memikirkan kasih sayang dari orang tuanya lagi. Ada Xander yang menyayanginya. “Yakin nih enggak iri?,” Tanya Xander lagi, dia berniat menggoda Kezia. “Apaan sih.. kan aku sayang sama Daddy sama Mommy, apa lagi aku anak tunggal, pasti Mommy dan Daddy kesepian kalau enggak ada aku, kalau ada Elmira kan Mommy ada temannya ngobrol saat Daddy kerja, ada yang menemani Mommy shopping juga..” Xander mengangguk, istrinya memang luar biasa. Luar biasa menyembunyikan kesedihannya. “Xander kamu mau ke kantor?,” Tanya Kezia, dia baru menyadari jika Xander menggunakan baju kantoran, kemeja warna navy, dengan celana kain yang warnanya senada dengan kemejanya, dan jas warna abu abu yang tersampir di kursi. “Iya, ada beberapa yang harus ku urus, ada masalah?.” Tanya Xander, dia bertanya pada Kezia, dari pada Kezia ngambek lagi, kan bahaya. “Boleh aku ikut?, aku bosan di rumah sendirian.,” Xander mengangguk, tidak ada masalahnya mengajak Kezia, biar seklaai kali ada yang nemenin dia kerja selain Devan. “Ahhhh, tunggu sebentar, aku pengen makan buah,” Kezia melangkah ke dapur, membuka kulkas berisi buah buahan cukup banyak, dari Xander tadi malam, mungkin pelayan sudah menatanya di kulkas, karena tadi malam Xander hanya menaruhnya di meja dapur, lalu dia pergi ke lantai tiga. “Nona membutuhkan apa?,” Tanya pelayan yang berjaga di dapur. “Aku mau ambil buah, tolong siapkan wadahnya.” Pelayan segera mengambil sealware untuk Kezia. Kezia mengambil mangga muda, apel, pear, anggur, buah naga, melon,. “Apa ini sudah dicuci?,” Tanya Kezia pada pelayan, “Udah Nona, semua sudah di cuci” Jawab pelayan. “Baiklah, masukan dalam tas, aku tunggu di meja makan,” Perintah Kezia pada pelayan. Kezia kembali ke meja makan Xander sudah siap dengan jasnya dan juga tas yang biasa Xander bawa ke kantor berisi file file yang mungkin sudah Xander kerjakan. “Udah selesai?,” Tanya Xander, dia tidak melihat Kezia membawa kotak makan. “Bentar pelayan sedang menyiapkannya, ahhh itu dia,.,” Kezia menerima tas dari pelayan. Mereka berangkat ke kantor Xander, sepanjang perjalanan Kezia hanya bersender di bahu Xander, sedangkan Xander, dia sibuk melihat pergerakan saham pagi ini.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN