“BIrendra kamu dimana ini? aku mohon Ren muncullah. Aku gak bisa terus-terusan stay disini. Ren kalau jiwa kita sampai menyatu akan membuat masalah baru dan aku gak mau ada masalah baru dalam kehidupan kita Ren,” ucap Gadis dalam hati sambil ia terus berjalan di alam mimpi Birendra dengan begitu berhati-hati. Didalam alam mimpi tersebut hanya hawa dingin yang di rasakan oleh Gadis dan hawa dingin itu terasa sampai ke tulang-tulangnya. Hawa dingin itu juga terasa begitu menyakitkan jika menembus kulit. Entah kenapa semakin Gadis berjalan lebih jauh maka ia akan semakin merasakan rasa sakit itu. Rasa sakit yang belum pernah ia rasakan. Rasa sakit itu terasa seperti ada sesuatu hal yang hilang dan hampa dari dalam relung hatimu. Terkadang rasa itu akan menguasai Gadis dengan seutuhnya hingg

