Satu minggu kemudian. “Ibu … ibu … ibu mau pergi kemana? Jangan tinggalin aku Bu” renggek Birendra dengan mata yang masih tertutup. Sedangkan Amita yang melihat Birendra terus memanggil ibunya mulai mendekati Birendra dan ia berusaha untuk menenangkan Birendra agar ia menjadi lebih tenang. “Birendra sayang … ini ibu nak, ibu ada disini, ibu tidak akan pernah meninggalkanmu,” ucap Amita sambil ia memegangi tangan Birendra dengan erat dan ia mengusap-ngusap dahi Birendra dengan begitu lembut hingga membuat Birendra menjadi lebih tenang. “Mit, Birendra gimana? belum sadar juga?” “Belum mas, malah ini panasnya semakin tinggi. Aku khawatir dengan kondisi Birendra mas. Ini sudah satu minggu Birendra tidak sadarkan diri mas,” keluh Amita kepada Candra tentang kondisi Birendra yang tak kunjung

