Gadis berjalan dengan penuh kehati-hatian saat ia menyusuri sebuah jalanan setapak yang ada pada alam mimpi yang terdalam dan tergelap di dalam diri Birendra. Ia hanya bisa melihat jalanan setap itu melalui cahaya lilin kecil yang ia bawa dari alam nyata. Lilin kecil ini adalah satu-satunya harapan bagi Gadis untuk tetap bisa berjalan sesuai dengan lintasan mimpi yang ada pada diri Birendra. Sejujurnya Gadis merasa sedikit takut ketika ia mulai mendengar sebuah suara-suara misterius yang silih berganti. Suara-sura itu terdengar begitu dekat dengan telinga Gadis, suara itu terasa seperti menggema di dalam pikiran dan telinga Gadis, hingga membuat Gadis menjadi kurang fokus dalam berjalan dan ia hampir saja tergelincir masuk ke dalam lembah kegelapan dalam alam mimpi Birendra yang berusah

