“Ini obatnya, Bu! Silakan diminum!” Stella memberikan beberapa pil yang diracik oleh dokternya Nadira. Tanpa berkata apa pun, Nadira meminum obat tersebut seperti biasa. Minum lima butir pil besar sekaligus seperti ini, bukan masalah lagi untuk dirinya yang memang sering melakukannya. Tapi kali ini, pil yang sudah masuk ke area lambung itu terasa seperti menyangkut di tenggorokannya. “Setelah melahirkan nanti, kita akan melakukan prosedur untuk operasi donor sumsum tulang. Kami mengimbau, sebaiknya pihak yang menjadi pemberi donor diperiksa kelayakannya sejak sekarang. Karena bila pihak tersebut tidak cocok, kita harus menunggu untuk mencari kandidat lain. Donor sumsum tulang belakang, tak seperti donor darah!” Nadira mengingat perkataan sang dokter. Saat itu, dia hanya mengangguk

