Plak! Rafan terdiam, mukanya sampai terbuang kesamping akibat tamparan dari Daisy. Ya, dia sangat ingin melakukan itu. Tapi, semua itu hanya terjadi dalam bayangan nya saja. "Dey". Panggil Rafan menatapnya dengan bingung. Ia melirik jengah pada Rafan, kemudian memilih berlalu begitu saja mengabaikan cowok itu. Daisy memilih untuk menyusul Mama Shania ke dapur. Dari padanya ia bersama Rafan yang benar-benar membuatnya sebal, sampai ia tidak ingin melihat wajah tampan itu meski ia merindukannya. Di tinggal begitu saja oleh, Daisy. Rafan terpaku di tempat. Memandangi kepergian gadis itu dengan tatapan termangu. Lalu kemudian mendengus keras. Mengapa menjadi Daisy yang marah padanya?. Fikir Rafan tidak mengerti. Ia pun. Memutuskan untuk menyusul gadis itu kedapur. Rafan memilih diam sa

