Kembalinya Liora membuat hidup Jean kembali berwarna, ditambah mengetahui bahwa Liora sedang mengandung dan ia akan menjadi Ayah. Jean mensyukuri semua yang terjadi di hidupnya. Masalah-masalah yang ia hadapi mungkin semua ada hikmahnya. Jean menatap istrinya yang sedang tertidur pulas dengab wajah tenang. Tangannya mengusap pelan pipu putih itu, lalu tersenyum. "Apapun alasan kita menikah dulu, saya tetap berterima kasih, karena semesta hadirkan kamu untuk saya, Ra." Jean mencium pipi Liora, lalu membenarkan letak selimutnya agar menutupi tubuh Liora dengan sempurna. Pria itu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri, Jean pergi ke ruang tamu untuk melanjutkan pekerjaannya yang semalam tertunda. Ia membenarkan letak kacamata bacany

