"Kalau dia sudah nikah, ya, kamu mundur aja. Kesempatan kamu enggak banyak." Itulah yang dikatakan Liora pada Cakra. Mungkin Liora memang tidak menyadari bahwa yang dimaksud Cakra adalah dirinya. Cakra tidak berani lagi bertanya. Ia sudah tahu jawabannya. "Yasudah. Langit udah mau gelap. Masuk, yuk! Nanti lo masuk angin. Kalau sakit, percuma, dong, liburan ke sini." Cakra tersenyum dan berdiri, lalu mengulurkan tangannya. "Ayo, gue bantu berdiri." Liora terkekeh, lalu meraih uluran tangan itu. Keduanya berdiri berhadapan. Sinar matahari yang semakin sirna membuat semua yang ada di sana mulai menggelap, hingga tak lama lampu-lampu hias yang ada di pesisir pantai menyala, membuat Cakra bisa melihat jelas wajah Liora dan senyumnya yang cantik. "Lo cantik, Ra," ucap Cakra yang bahkan tid

