Andra menjatuhkan tubuh Risa ke atas ranjang milik wanita itu dan langsung menindihnya. Kedua tangan Risa, Andra tahan di atas kepala Risa sendiri dengan kaki mengapit kedua kaki Risa. Dengan posisi seperti itu, jelas Risa tak bisa bergerak. Dan Risa ingat, itu adalah posisi yang sama seperti kemarin, saat mereka berada du sofa ruang tamunya. Andra memagut bibir Risa dengan liar dan panas. Menghisap bibir atas dan bawah Risa bergantian dan menjilatinya. Lalu, Andra memasukkan lidahnya ke dalam mulut Risa dan membelit lidah Risa. Risa mengerang, tak terima dan berusaha menolak. Tetapi, dia sadar kalau dia tak akan bisa melawan Andra. Kejadian kemarin pun masih terekam jelas di benak Risa. Kalau pada akhirnya, dia malah luluh dengan semua sentuhan Andra. Tak mau menganggur, sebelah tangan

