41

1580 Kata

Risa masih diam, dengan perasaan jengkel luar biasa. Dia kira, setelah acara sedih-sedihan kemarin Andra benar-benar akan menyerah memperjuangkannya. Benar-benar tak akan mengganggunya lagi. Eh, rupanya tidak. Andra masih memeluk Risa dengan erat, seolah enggan untuk melepaskan Risa walau hanya sedetik. Risa pun membiarkan saja. Memaksa Anda untuk menjauh pun rasanya percuma. Andra memang pantang menyerah. "Aku pikir kamu akan nyerah, Ndra," ucap Risa. "Awalnya iya. Tapi, semalaman aku berpikir dan ternyata aku tak bisa untuk menyerah begitu saja, Ris." Risa menggeleng pelan mendengar jawaban Andra barusan. Ada-ada saja. "Lepaskan aku, Ndra. Aku mau kerja lagi." "Diamlah seperti ini. Sebentar saja." "Ini sudah lama Andra." "Ya tak masalah." "Andra! Pekerjaanku masih banyak." "Nant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN