Esoknya, Risa pikir Andra akan berubah sikap terhadapnya. Menjadi lebih dingin dan cuek misalnya. Tapi, ternyata tidak. Pukul setengah delapan, Andra sudah datang ke apartemennya untuk menjemput. Meminta Risa untuk dandan cepat, karena Andra ingin mengajak Risa sarapan dulu sebelum kerja. Risa hanya bisa manut saja, walau hati merasa tak nyaman. Maksudnya, dia merasa aneh dengan sikap Andra yang masih biasa saja, setelah kemarin dia mengutarakan kalimat yang mungkin menyinggung diri Andra. Selama perjalanan, Andra memang bersikap seperti tak pernah terjadi apa-apa kemarin. Tetap bicara, memancing perdebatan. Namun, Risa tak mendebat setiap kalimat yang dikatakan oleh Andra. Hanya mengangguk, dan bergumam pelan sebagai jawaban. Andra sendiri, susah payah menata hati setelah merasa kecewa

