Tibalah hari yang dijanjikan.Mereka semua sudah berada di bandara untuk berlepas ke Bali.Adam,Helia dan Mawar serta Sheril akan berlepas sebentar lagi."Adam,confirm ya kita menginap di hotel papa kamu?",tanya Helia."Iya donggg,confirm seratus persen",Adam menjawab pertanyaan Helia sambil mengangkat kedua jempolnya."Pa,mi,Sheril berangkat ya.Nanti kabarin kakak ya mi Sheril kesana.Ya siapa tahu dia bisa libur juga,hihihi".Sheril mengharapkan kakaknya kesana juga kerna sudah lama mereka tidak ketemu semenjak kakaknya pindah menetap di Indonesia."Iya sayang,nanti mami kasi tahu kakak ya.Udah sini peluk mami.Jangan nakal ya Ril""Iya mami,Sheril janji kok sama mami dan papa".Lalu mereka berpelukkan seperti tidak akan berjumpa lagi.Sebenarnya Pak Hendra tidak enak hati mau melepaskan anak gadisnya,tidak pasti kenapa tetapi yang pastinya,dia benar-benar merasa tidak enak.Kalaulah cuma Sheril sendirian,pasti Pak Hendra akan heret si Sheril pulang.Jadilah mereka sekarang sudah berada dalam pesawat.Butuh 3 jam untuk benar-benar sampai ke Bali.
"Tuan Adam!!!Sini Tuan!!!"jerit sopirnya Adam.Adam memang terlahir dari keluarga seperti keluarga pangeran.Maka,semua suruhan papanya akan memanggilnya dengan nama Tuan Muda tetapi Adam sedikit risih dengan panggilan tersebut.Dia cuma mengizinkan mereka memanggilnya dengan nama Tuan Adam aja."Aduh!!!OMG!!!My shoes!!!!"Sheryl pekik.Dia di tabrak oleh seorang pria yang tingginya kurang lebih 180cm dan berkulit sawo matang serta.Ya ampun.Ini cowok apa malaikat???Tanya Sheril dalam hati."Maaf,maaf,saya benar-benar minta maaf".Kata pria tersebut sambil dia coba untuk mengelap sepatu Sheril menggunakan sapu tangan nya.Ya,air yang dipegangnya terjatuh waktu dia menabrak Sheril."Eh,kak,ga pa² deh.Ini cuma sepatu murah donggg.Ga usah sampai pake kakak punya sapu tangan.Nanti sapu tangan kakak lagi kotor".Kata Sheril.Dia tidak tega melihat cowok ganteng itu menunduk mengelap sepatunya."It's my fault.Ini kartu nama saya.Sila hubungi saya selepas beberapa jam ya.Maaf saya harus pergi sekarang".kata Danial Lukas Cakradinata.Seorang pengusaha sukses,berkepala dingin,keras kepala,cuek,galak."Eh kak!!!ini sapu tangannya kak!!!"Pekik Sheril cuba mengejar pria tadi."Buat sepatut kamu aja!!!"Balas Danny.Iya,namanya Daniel tapi lebih senang dipanggil Danny.
"Kau kenapa Sheril?Ya Tuhan,kasut kau!!Itu kopi kan?"tanya Mawar.Mawar memang sedikit pendiam tetapi kalau dia sudah buka mulut,begitulah.Hal sepele bisa jadi besar."Iya,tadi dilanggar cowok ganteng".Ujar Sheril sambil ketawan."Jaga-jaga Sheril,cowok indo kalau yang ganteng-ganteng menurut aku tidak boleh dipercaya,hahahaha",sambung Adam."Eihh,jangan macam tu lah Dam,not bad weh cowok sini",sampuk si Helia.Mereka beempat pun ketawa dan terus berangkat ke hotel papa Adam.Butuh 1 jam juga kerana kemacetan jalan disana."Mami,Sheril sudah di hotel ya,nah ini foto buat mami tersayang",Sheril menghantar foto-fotonya yang sedang di bandara juga dihotel ke mami nya."Iya sayang,enjoy ya anak mami,Tapi please take care of yourself,tolong kabarin mami jika apa-apa ya sayang".Balas mami nya."Iya mami ku yang cantik".Lalu Sheril mula memunggah kopernya untuk menyusun baju-bajunya."Helia,aku kebawah bentar ya,mau ambil angin,lagipun lama sangat si Mawar tu mandi".Kata Sheril pada Helia."Okok.Hati-hati"."Iya".Balas Sheril singkat.Lalu dia pun turun ke bawah kerna tadi sewaktu di kamar,dari balkoni nya dia bisa melihat ada taman kecil dibelakang hotel papanya Adam."Nah,bagus juga untuk selfie-selfie ni kat sini,cantik betul pemandangan sini",kata Sheril dalam hati.
Sedang Sheril asyik berselfie,dia terdengar dan melihat sesorang sedang bercakap melalui panggilan."Eh?Aku macam kenal siapa tu.Tapi siapa?"Sheril bergumam.Dia pun cuba untuk mendekati pria tersebut."Kak Daniel?"lah,ini lelaki yang langgar aku tadi kat airport."Kamu siapa?".Tanya Danny."Kak,tadi aku yang ditabrak kakak waktu di airport,masa udah lupa?Atau kakak punya amnesia?",kata Sheril sambil ketawa."Oh,iya,kamu menginap disini?Memangnya kamu dari mana?"Tanya Danny sambil melihat Sheril dari atas ke bawah."Hmmmm,cantik",katanya dalam hati."Oh,iya,aku stay nya disini,aku dari Malaysia.Kenalkan aku Sheril kak".Sheril mencuba hulur tangan untuk bersalam dengan Danny.Danny menyambutnya."Kok kamu bisa bertutur bahasa Indo ya?lancar juga".Tanya Danny kehairanan."Iya kak,mami sama papa ku asli Indonesia,cuma kami menetap diMalaysia dan aku juga lahirnya di Malaysia.Kerna papa punya urusan perusahaannya disana,kakak juga ya asli Indonesia?",tanya Sheril."Ga usah manggil saya kakak,memangnya saya kelihatan tua bgt bagi kamu?".Danny cuba berinteraksi dengan lebih."Ya iyalah,nama juga hormat,lagi pula kakak kelihatan matured banget sih,jas nya,sepatunya",Sheril menjawab sambil menunjuk kearah cara pemakaian Danny "Hahaha,lucu juga kamu ya.Mungkin design pakaian saya buat saya kelihatan tua.Padahal saya baru berusia 25 tahun".Sheril tersenyum."Eh kak,maaf ya,aku harus naik,belum mandi".Kata Sheril sambil malu."Ya udah,naik kamu.Ada nomor saya kan?Kalau ga keberatan,nanti hubungi saya,mau diganti sepatu kamu yang tadi".Ujar Danny Lalu Sheril pun melangkah pergi dengan senyuman."Hushhh,ada apa dengan jantungku ni???kayak mau copot aja setelah melihat cewek tadi,astaga,sadar diri lo Danny"gumam Danny sambil mengelus dada."Ada yang ga beres ni sama jantungku ni",Dia pun berlalu pergi dari situ.