Empat bulan berlalu… Keadaan Kai pasca dicampakkan Senja masih sama. Tetap menyebalkan. Tetap membuat orang-orang di sekitarnya ikut nelangsa—terutama Handaru, yang konon digadang-gadang bakal mewarisi setengah aset keluarga Zavier hanya karena bertahan menjadi sekretaris pribadi Kai. Bedanya, kini Kai berubah menjadi sangat gila kerja. Waktunya lebih banyak dihabiskan di kantor. Bahkan, dia resmi pindah rumah ke ruang kerjanya sendiri. Lalu Handaru? Jelas ikut pindah. Setelah kerja rodi seharian, dia tidur di sofa ruang kerja bosnya. Tak peduli tubuhnya akan pegal-pegal saat bangun keesokan harinya. “Mas, lo jadi ke Jogja?” tanya Handaru dari atas sofa. Kai mengangguk tanpa menoleh. Dia terlalu fokus pada layar laptopnya. Jujur saja, dia agak muak melihat Handaru yang sedang mengap

