"Mbak Naya, aku tinggal sebentar ya, mules," ujar Anin seraya memegangi perutnya sambil meringis, seperti orang menahan kentut yang sudah satu dasawarsa tidak keluar. "Mau buang air?" tanya Yara. Anin mengangguk cepat. Sebelah tangannya sudah berpindah ke belakang, sementara tubuhnya meliuk ke sana kemari seperti ulat bulu betina yang berjumpa dengan ulat bulu jantan di tengah jalan. "Ya sudah, jangan lupa baca do'a sebelum masuk kamar kecil ya." "Siyaap Mbak Naya!" sahut Anin, lalu segera melesat pergi menggunakan jurus seribu bayangan untuk berpindah tempat ke dalam wc. Yara hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu. "Assalamualaikum!" Entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja Adiva sudah berada di belakang Yara sambil mengucapkan salam. "Waalaikum

