Ummi Syarifah menyambut kedatangan Yara dan Anin dengan sangat ramah. Wanita paruh baya itu lalu mengajak keduanya untuk masuk dan duduk di ruang tamu kusus untuk santri putri. "Mbak Naya nggak perlu takut ya, ini hanya pertemuan biasa saja," ucap Ummi Syarifah, saat melihat Yara hanya menunduk saja, bahkan sejak pertama kali wanita itu duduk di kursi. Ummi Syarifah mengira jika Yara sedang merasa gugup dan ketakutan dengan pertemuan ini, padahal kenyataannya Yara terus menunduk karna sedang memperhatikan kedua kakinya dengan tatapan tidak percaya. Bisa-bisanya Ia memakai kaos kaki berbeda warna? "Koq bisa?" gumam Yara menahan geli. Ummi Syarifah yang masih bisa mendengar gumaman wanita itu, langsung terdiam dengan wajah heran. Anin langsung menyikut pinggang Yara, membuat wanita itu

