Pasangan suami istri itu duduk berdampingan, saling menggenggam tangan dengan erat, menguatkan satu sama lain. Sementara di depan mereka sang Ayah duduk dengan tatapan penuh makna ke arah keduanya. "Apakah dia, wanita yang kau maksud dalam ceritamu dulu, Nak?" Suara pertanyaan Ayah Rasyid, memecah kesunyian di antara mereka. Tidak ada gurat amarah, atau pun kecewa di wajah pria paruh baya itu. "Iya, Ayah. Yara adalah wanita pilihanku. Aku telah berjanji dengan menyebut nama Allah, menjadikannya istriku sejak hari itu, dan berjanji akan selalu bersamanya sampai akhir hayatku," jawab Ustaz Zakki dengan tenang. Pria itu sudah bertekad, apa pun yang akan terjadi, ia tidak akan pernah melepaskan Yara-nya. Meskipun ia harus kehilangan semuanya. Berbeda halnya dengan Yara, wanita itu semak

