"Bibi! Mbak Anin! Yara takut," rengek Yara dengan wajah ketakutan, saat beberapa perawat mendorong brankar, membawanya menuju ke ruang CT-scan. Maklum saja, sejak kecil ia belum pernah sama sekali masuk rumah sakit, jika ia sakit almarhum bapaknya akan memberinya minum obat yang dibeli dari warung dan memanggilkan dukun pijat dari kampung sebelah untuk memijat tubuhnya. "Ndak apa-apa, Nduk, jangan takut," ucap Bibi Saidah seraya mengusap punggung tangan keponakannya dengan lembut. "Tenang Mbak Naya, gak bakal di apa-apain koq sama pak dokter, cuma di periksa sebentar," imbuh Anin tersenyum penuh arti. "Sabar ya Mbak Naya, inh sya Allah semua akan baik-baik saja," ucap Ummi Syarifah yang ikut mengantar ke rumah sakit. Mendengar kalimat penyemangat dari ketiga wanita di sampingnya, memb

