Geonado mengembuskan napas panjang terlebih dahulu. Entah kenapa dadanya masih saja terasa memanas dan sedikit sesak juga. Tidak dapat untuk diberlakukan pengontrolan agar segera berkurang. Geonado pun sadar bahwa kemampuannya dalam mengendalikan diri yang berkaitan akan perasaan sangatlah payah. Bahkan, nyaris tak bisa dilakukan. "Aku akan memberikan pendapatkanku. Semoga kau suka dengan apa yang akan aku katakan. Dan, aku harap kau tidak menganggap sebagai pujian yang berlebihan dariku," ujar Geonado serius. "Haha. Wah, kau akan memujiku? Terima kasih banyak, Mr. Vilano. Aku menjadi tersanjung dan pastinya juga senang. Jadi, bagaimana menurutmu tentang penampilanku? Apakah bagus?" "Iya, bagus. Kau cantik dan seksi dengan pakaian yang kau pilih. Tampak semakin memesona." “Bagaimana, M

