Kau harus menemui Dad dulu. Baru kau bisa bercinta dan memilikiku. Jika kau tidak mau. Okay, tidak masalah. Kau bisa mundur. Aku akan mencari pria yang lebih jantan lagi. Demi Tuhan, emosi Geonado begitu dengan mudahnya meluap, saat membaca kembali pesan yang dikirimkan oleh Varlotta kepada dirinya kemarin, sekitar jam tujuh malam. Sampai pagi ini tidak berubah. Ia tetap saja merasakan amarah yang cukup besar dan juga tentunya kekesalan. Geonado jelas tak menyangka sekaligus juga kesal mendapatkan ancaman demikian. Ia berupaya untuk menghubungi wanita itu. Namun, tidak satupun diangkat teleponnya. Pesan dikirim tak dibalas. Geonado sungguh ingin murka diakibatkan oleh perlakuan dari Varlotta kepadanya. Ia tahu wanita itu hendak mengetes apakah dirinya memang dapat dipercaya dan berani m

