“Dirgan!” sapa Thella. Cewek itu pun berdiri sejenak, lalu Dirgan memeluknya sekilas. Riza yang melihat hal tersebut pun buru buru mengalihkan pandangannya, karena enggan untuk menyaksikan hal tersebut. Ia benci mengapa harus menyaksikan hal hal begini terpampang nyata di depan matanya, seolah dirinya harus tahu bahwa mereka ini pacaran. Tanpa perlu di perjelas. Riza sudah tahu, sangat tahu! Ia paham sepaham pahamnya. Thella yang masih dalam pelukan Dirgan melirik sekilas, ia mendapati Riza yang berusaha menoleh ke arah lain. Isi flash disk itu, mungkin saja memang benar adanya. Thella luput untuk menangkap sikap Dirgan yang terpampang jelas menyimpan perasaan padanya, sebab Thella pun berusaha untuk menutupi perasaannya sendiri hingga sulit untuk menangkap perasaan orang lain. Apaka

