50 - BENARKAH

1309 Kata

Diani menyusul suaminya yang kini sedang menikmati segelas kopi di tangannya sambil memandang halaman belakang rumah. Pria itu tampak dingin dan sepertinya enggan diganggu. Tapi, Diani tidak akan mundur. "Kenapa Mas begitu? Bara itu kan cucu kita. Kenapa Mas kayaknya gak mau gitu sih?" tanya Diani kecewa. Ia berdiri agak jauh dari suaminya. "Alasan apapun yang mau di bawa Meira untuk memaksa anak itu masuk dalam hidup kita. Aku gak bisa terima, Di. Bukannya lebih baik kalau dia gak pernah balik? Sepuluh tahun lebih dia bawa Bara pergi, kamu pikir anak itu akan menerima kita?" jawab Samudera datar. "Itu jadi tugas kita untuk menyambutnya!" "Lakukan, tapi jangan paksa aku." "Mas, gimana kata orang kalau mereka tahu, cucu kita–" "Dia gak akan datang, kalau dia gak mau datang, Di! Percay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN