48. Dua Hati Menawarkan Perhatian

1401 Kata

Hari sudah berganti petang. Namun Ki Rana Purwa beserta rombongan penduduk Desa Pancuran Gading belum tiba di desanya. Padahal biasanya mereka sudah tiba di Desa sebelum matahari terbenam. Hal itu membuat Nyai Sekar dan Diah Arum Purwati begitu gelisah memikirkan Ki Rana Purwa beserta penduduk Desa yang belum kembali dari kegiatan babat alas. “Ibu, Kenapa Bopo belum juga kembali?” Diah Arum Purwati meremas-remas jemarinya sembari berjalan mondar-mandir di depan teras rumahnya, karena gelisah memikirkan sang ayah yang belum juga kembali dari alas Windur. “Tenanglah saja, Ndhuk! Mungkin sebentar lagi mereka akan kembali.” Nyai Sekar berusaha untuk menenangkan putrinya yang sangat gelisah. Menunggu di teras rumah dengan perasaan harap-harap cemas. “Tapi hari ini tidak seperti biasanya, Bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN