Setelah Putri Nilam menceritakan keinginannya kepada sang ayah, dia merasa begitu senang karena keinginannya akan segera dikabulkan oleh sang raja durjana itu. Perbincangan mereka tiba-tiba terhenti karena seorang prajurit yang diperintahkan untuk memeriksa situasi yang terjadi di taman dekat ibu kota, datang menemui Raja Ganendra Wilantika. “Hormat hamba yang Mulia!” seorang prajurit datang untuk menyampaikan pesan. “Ada apa prajurit?” sang raja durjana itu menatap ke arah prajurit yang saat ini tengah menunduk. “Sendiko Gusti! Hamba ingin menyampaikan berita yang diperoleh prajurit yang diperintahkan untuk melihat situasi di taman dekat ibu kota, tempat kanjeng putri Nilam diserang oleh seorang pria bertopeng sudah mereka sisir semuanya.” prajurit itu masih menundukkan pandangannya.

